Cara Bedakan Jenis Kanker Kulit

SEBUAH studi menemukan gejala unik yang bisa membedakan jenis kanker kulit. Rasa nyeri pada kulit ternyata dapat menjadi pertanda dari sebuah gejala kanker kulit tertentu. Ini memudahkan para dokter untuk dapat memberikan penanganan yang tepat.

Karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa adalah dua jenis kanker kulit yang umum ditemui. Salah satu di antaranya bisa dibedakan dengan gejala yang timbul, yaitu berupa rasa nyeri pada kulit.

Gatal adalah gejala yang paling umum yang dilaporkan dari kedua kanker kulit. Sebanyak 43% dari pasien dengan sel skuamosa dan 33% dari mereka dengan sel basal. Gejala lain berupa nyeri jauh lebih umum pada pasien dengan karsinoma sel skuamosa (hampir 40%) dibandingkan pada mereka dengan karsinoma sel basal (hampir 18%), demikian yang dilansir Health24.

“Kami telah menunjukkan intensitas nyeri menjadi faktor yang unik untuk membantu dalam membedakan (karsinoma sel skuamosa) dari (karsinoma sel basal),” kata Gil Yosipovitch, seorang profesor dermatologi di Wake Forest Baptist Medical Center di Winston-Salem, New York.

Karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal adalah kanker kulit non-melanoma. Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, jumlah kasus kanker kulit ini mencapai empat juta kasus setiap tahun.
(tty)

Tahi Lalat dan Kanker Kulit Melanoma

Tahi lalat adalah kumpulan sel pigmen abnormal yang muncul di kulit. Sel-sel ini dikenal sebagai melanosit. Tahi lalat sangat umum, rata-rata orang memiliki 10 sampai 40 tahi lalat di tubuhnya. Kebanyakan tahi lalat adalah bawaan lahir, tetapi ada juga yang baru hadir setelah lahir. Sebagian besar tahi lalat muncul selama 20 tahun pertama kehidupan, meskipun ada juga yang terus berkembang hingga usia 40-an. Sebagian tahi lalat menghilang seiring usia.

Tahi lalat biasanya berwarna cokelat atau cokelat tua dengan bentuk bundar atau oval dan lebarnya tidak melebihi biji kacang tanah. Ada tahi lalat yang datar, ada pula yang menonjol dari permukaan kulit.

Tahi lalat pada dasarnya tidak berbahaya, tetapi ada kemungkinan berubah menjadi melanoma, bentuk kanker kulit paling serius karena kemampuannya untuk menyebar. Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi perubahan tahi lalat menjadi melanoma sejak awal, ketika angka kesembuhan dengan operasi hampir 100%.

Tanda melanoma

Melanoma dapat muncul di manapun pada tubuh, namun paling sering ditemukan di punggung, pantat, kaki, kulit kepala, leher, dan belakang telinga. Berikut adalah tanda-tanda perubahan pada tahi lalat yang perlu Anda waspadai:

  • terasa gatal dan menyakitkan.
  • ukurannya membesar atau penampilannya semakin tidak teratur, terutama di pinggiran.
  • perubahan warna, terutama jika menjadi lebih gelap atau belang.
  • perdarahan spontan
  • ada perubahan warna kulit di sekelilingnya

Jika Anda melihat gejala-gejala di atas, Anda harus mengonsultasikannya kepada dokter kulit untuk diperiksa.

Tahi lalat yang berisiko

Beberapa jenis tahi lalat berikut lebih beresiko dibandingkan lainnya untuk menjadi kanker:

  • tahi lalat besar yang merupakan bawaan lahir.
  • tahi lalat besar dan bentuknya tidak teraturan. Tahi lalat ini cenderung diwariskan dan biasanya memiliki pusat berwarna coklat gelap dan terang dengan perbatasan tidak merata.
  • tahi lalat berjumlah 20 atau lebih.

Diagnosis melanoma

Dokter mungkin akan meminta informasi tentang perkembangan tahi lalat Anda serta riwayat keluarga untuk menilai risiko Anda. Risiko melanoma meningkat bila Anda memiliki keluarga yang juga terkena penyakit tersebut.

Jika dokter mencurigai melanoma, eksisi biopsi mungkin dilakukan. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan pisau bedah kecil atau gunting untuk mengambil sebagian jaringan tahi lalat untuk diteliti di laboratorium.

Operasi

Tahi lalat kecil dan relatif tidak berbahaya dapat dihilangkan dengan gas cair yang bersifat membekukan atau dengan mengoleskan suatu zat yang memiliki efek yang sama. Untuk lesi yang lebih besar mungkin perlu dibuang melalui bedah/operasi. Bedah ini relatif sederhana dan biasanya dilakukan di bawah bius lokal. Daerah sekitar lesi akan benar-benar mati rasa tetapi Anda tetap sadar. Dalam beberapa kasus, bius total mungkin diperlukan jika pengangkatan tahi lalat diduga memakan waktu lama atau sulit. Bila pembedahan dilakukan dengan laser maka tidak diperlukan bius karena tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien hanya akan merasakan sensasi kesemutan selama prosedur operasi.

Prosedur bedah tahi lalat sangat aman dan sebagian besar tidak memiliki efek samping selain mungkin dari obat bius. Namun, jika lesi cukup besar maka Anda dapat memiliki bekas luka permanen. Tahi lalat biasanya tidak tumbuh kembali setelah diangkat.

Kanker Kulit : Mekanisme Sel Menjadi Ganas

Iptek

Kanker Kulit : Mekanisme Sel Menjadi Ganas

Para ilmuwan meneliti bagaimana perubahan sel-sel kulit menjadi sel-sel kanker. Mereka mengharap dapat mengembangkan krem yang membendung proses tersebut dan bahkan menyembuhkan kanker.

Ibaratnya orang dewasa yang sehat berkembang mundur menjadi bayi dan kemudian kembali dewasa, hanya kali ini sakit. Demikian kira-kira yang terjadi pada sel kulit yang normal, sebelum berkembang menjadi tumor yang ganas. Sel kulit itu ibaratnya diprogram mundur.

Inilah temuan para ilmuwan di Free University of Brussels. Untuk itu mereka meneliti sel sel kanker Basaliom. Kanker kulit ini paling sering didapati di Eropa, Australia dan Amerika Serikat. Dan kadang sering kali disebut dengan istilah yang salah yakni kanker kulit putih.

Tidak Selalu Sel Induk yang Bersalah

Selama ini ilmuwan berasumsi, bahwa dalam kasus kanker kulit selalu diakibatkan sel-sel punca yang mengalami mutasi. Sel-sel induk kulit yang normal, biasanya mengatur pertumbuhan kulit secara teratur. Jika mereka bermutasi, yakni jika gennya berubah, itu dapat mulai memicu perkembangan secara tidak terkendali.

Meskipun demikian para peneliti kanker yang tergabung dalam tim yang dipimpin Cédric Blanpain dapat menunjukkan, bahwa dalam pemrograman kembali, sel-sel yang normal dan sehat dapat berubah menjadi sel kanker, dan itu tidak hanya menyangkut sel-sel punca.

Martin Sprick dari Pusat Riset Kanker Jerman di Heidelberg memperkirakan, bahwa kanker dapat terbentuk lewat dua cara. Pertama melalui sel-sel normal dan kedua lewat sel induk. “Perbedaan asal usulnya dapat juga menjadi penyebab, mengapa berbagai tumor menunjukkan pertanda khas yang berbeda pula.”

Kebandelan Tumor dapat Dilacak

Jika sel-sel kulit normal diprogram kembali, mereka setahap demi setahap mendekati kondisi yang hampir sama seperti sel-sel induk embrional.

Sebetulnya sel-sel induk embrional hanya terjdapat di dalam embrio. Sel-sel masih dapat membentuk semua jenis sel-sel jaringan dalam tubuh manusia dan tugasnya adalah mereparasi kerusakan di dalam sel-sel jaringan.

gen technik 7, Foto: Fotolia/Gernot Krautberger, 2716456 // Gentechnik, DNS, DNA, Manipulation, Labor, Untersuchung, Zellen, Medizin, Diagnostik, Arzt, Gesundheit, Krankenhaus, Therapie, Biotechnologie, Molekularbiologie, Genetik Simbol gambar diagnosa gen

Sel-sel induk dewasa, yang ditemukan dalam tubuh setelah kelahiran, antara lain juga dalam kulit, sebaliknya hanya dapat berubah menjadi jaringan tertentu. Oleh sebab itu sel dewasa juga dapat lebih mudah berkembang menjadi kanker dibanding sel-sel induk embrional.

Tapi seandainya sel-sel kulit diprogram kembali menjadi semacam sel-sel induk embrional, sel-sel asal usul kanker serta jaringan tumor juga selanjutnya dapat melakukan regenerasi dengan baik. Ini menjelaskan mengapa jaringan-jaringan kanker yang sudah diatasi sering tetap bertahan hidup. Karena dengan pemrograman ulang sel kanker tumbuh makin cepat.

Proses Seluler Berhasil Dijelaskan

Para ilmuwan Belgia juga dapat menunjukkan bahwa sel asal mula kanker hanya dapat berubah menjadi sel-sel kanker, jika sebuah jalur sinyal biokimia yang bernama Wn/ß-Catenin aktif. Ini berarti, sejumlah protein tertentu mengirimr pesan-pesan ke sel-sel tersebut.

Jika jalur sinyal itu diblokir secara terarah, orang dapat mencegah,perkembangan tumor dari sel-sel induk yang diprogram kembali, yang kini jadi sel-sel kulit yang mirip sel-sel induk.

A sun made with suncream at the shoulder (shallow dof) 8686513_Dmitrijs Dmitrijevs - Fotolia 2008 Krem pelindung kulit dari matahari diharap mampu sembuhkan kanker kulit

Krem Anti Kanker

Cédric Blanpain dari Free University Brussel berharap, di masa depan dapat mengembangkan krem kulit, yang memblokir jalur sinyal yang memicu kanker dalam sel. “Orang dapat menambahkan materi pemblokir semacam itu dalam krem pelindung sinar matahari. Itu juga hampir tidak ada efek sampingannya, selain mungkin rambut rontok pada bagian-bagian tubuh tertentu. Yang jadi masalah dari segi estetika, tidak harus selalu buruk.”

Harapan Blainpain tidak terlalu jauh dari realita. Sejak awal tahun 2012 sudah ada obat berbentuk pil, yang membendung apa yang disebut jalur sinyal Hedgehog itu. Pil diberikan kepada pasien yang menderita kanker kulit stadium parah. Pil bersangkutan terbukti menolong hampir 50 persen pasien yang menjalani terapi. Tapi pil ini juga berpengaruh pada seluruh tubuh dan oleh karena itu memiliki efek samping yang cukup tinggi.

“Oleh karena itu pengembangan krem yang digunakan secara lokal merupakan langkah penting dalam mencegah dan menanggulangi kanker,” demikian dikatakan peneliti kanker Martin Sprick.

Cara Mengetahui Gejala Kanker Kulit

Ada dua jenis kanker kulit, yaitu melanoma dan nom melanoma. Sebagian besar orang cenderung mengabaikan tanda-tanda awal kanker kulit. Namun kanker kulit non melanoma jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan kanker kulit melanoma.

Jadi, jika Anda menemukan kelainan dengan kulit lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter. Tapi bagaimana Anda tahu gejala-gejala kanker kulit. Berikut beberapa gejala kanker kulit seperti dilansir Boldsky.

Mol – Salah satu tanda yang paling jelas dari kanker kulit adalah munculnya tahi lalat di kulit Anda. Dan jika ini muncul tiba-tiba ini bisa menjadi kekhawatiran akan kanker kulit. Anda juga harus memeriksa apakah tahi lalat berubah warna dan tumbuh. Banyak orang menganggap tahi lalat tidak berbahaya. Tapi hal ini tidak selalu terjadi dan jika Anda mengalami salah satu gejala segera periksa kedokter.

Tumor – Kanker kulit biasanya terjadi di lapisan luar kulit. Oleh karena itu gejala kanker kulit mudah untuk mendiagnosis dalam beberapa kasus. Kanker kulit terjadi karena eksposur sinar matahari. Ketika sel-sel kulit normal berkembang biak tanpa kendali maka mereka membentuk tumor di kulit. Dan yang lebih fatalnya lagi tumor tersebut ganas.

Tanda lahir atau bintik-bintik – Melanoma ganas merupakan salah satu jenis kanker kulit yang cenderung menyebar ke bagian lalin dari tubuh. Jika Anda telah mengembangkan tanda lahir atau bintik-bintik Anda cenderung berubah warna atau bentuk, mungkin ini menjadi salah satu gejala kanker kulit.

Luka – Benjolan merah yang terasa sangat sakit yang cenderung tidak kunjung sembuh bisa saja menjadi salah satu gejala kanker kulit. Anda harus memeprhatikan kulit Anda yang terluka dan segera obati.

Cara Mencegah Kanker Kulit

Sadarkah Anda radikal bebas seperti asap rokok, asap kendaraan bermotor dan industri berbahaya bagi kulit. Jika terpapar lama akan menyebabkan kerusakan kulit serius. Apalagi di iklim tropis seperti di Indonesia paparan sinar matahari yang mendung ultraviolet A mengakibatkan kanker kulit.

“Kanker kulit biasa diderita orang Eropa yang senang berjemur tapi tak mengenakan krim tabir surya,” kata dokter kulit, Maria Margaretha di Malang, Ahad, 6 Mei 2012. Untuk mencegah penyakit kulit seperti kanker kulit, setiap orang diminta mengkonsumsi sayuran yang mengandung vitamin E. Setiap satu kilogram kecambah mengandung 25 internasional unit vitamin E.

Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel pada kulit pada taraf abnormal. Penyebab kanker kulit berbeda-beda dan tingkat keganasan kanker pun berbeda-beda. Kanker kulit paling umum terjadi pada lapisan sel skuamosa, basal dan melanosit. Kanker kulit biasanya tumbuh di lapisan terluar atau kulit epidermis, sehingga tumor dapat terlihat dari luar.

Kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling mudah ditemukan gejalanya pada stadium awal. Kanker kulit yang paling sedikit resiko kematian pada penderita. Karena kulit jarang dapat mencapai organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan batang otak pada manusia.

Sedangkan setiap tubuh membutuhkan 100 internasional uni vitamin E. Namun, kadang masyarakat salah mengolah makanan sehingga kandungan vitamin E dalam sayuran rusak. Lebih baik, kata dia, kecambah dikonsumsi langsung tanpa diolah atau dimasak. “Bisa juga minum kapsul vitamin E dari ekstrak biji gandum atau bunga matahari,” katanya.

Namun, selama ini masyarakat tak menganggap kulit sebagai organ vital seperti jantung, ginjal, maupun pankreas. Padahal, kulit tak hanya sekadar berfungsi kecantikan tapi juga penting untuk kesehatan. Kulit tubuh, katanya, berfungsi menjaga suhu tubuh dan menjaga dari bahaya bakteri.

“Merawat kesehatan kulit bisa dengan spa, lulur dan baluran pelembab,” katanya. Selain itu, disarankan mengonsumsi makanan sayur dan buah secara seimbang. Serta minum air putih delapan gelas setiap hari. “Juga berolahraga 30 menit sepekan tiga kali,” ujarnya.

Gejala-Gejala Kanker Kulit

Gejala kanker kulit Gejala kanker kulit

Penyakit kanker kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya terutama di kawasan Amerika, Australia, dan Inggris. Di Indonesia, penderita kanker kulit terbilang sangat sedikit dibandingkan ke-3 negara tersebut.

Meskipun demikian kanker kulit perlu dipahami karena selain menyebabkan kecacatan (merusak penampilan), pada stadium lanjut juga dapat berakibat fatal bagi penderita. Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda cara untuk menghindari kanker kulit dan bagaimana mengenali gejala-gejala kanker kulit.

Klasifikasi dan Gejala-Gejala Kanker Kulit

Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit) sehingga kanker kulit merupakan kanker yang stadium awalnya paling mudah dideteksi. Kanker jenis ini lebih banyak menyerang kulit putih dibandingkan kulit berwarna.

Secara umum, kanker kulit dibagi menjadi dua kelompok yaitu non-melanotik dan melanotik (melanoma). Non-melanotik terbagi menjadi basalioma (karsinoma sel basal) dan karsinoma sel skuamosa. Basalioma  paling sering terjadi tetapi pertumbuhannya lambat.

Biasanya tumor ini timbul di kulit muka (hidung, kelopak mata, kulit bibir dan dahi). Pertumbuhannya dimulai dengan nodul kecil dengan warna kelabu merah berkilat, kadang berwarna kehitam-hitaman karena adanya pigmen. Jenis kanker ini jarang melakukan metastatis.

Sedangkan karsinoma sel skuamosa dapat tumbuh dimana saja. Tetapi lebih banyak timbul di pipi, daun telinga, punggung, tangan dan kaki. Jenis kanker ini tumbuh progresif tetapi lambat, menginvasi pada jaringan di sekitarnya, dan dapat melakukan metastatis. Pertumbuhannya dimulai dari bentuk seperti kutil yang berkelompok, kemudian berbentuk tidak teratur, berbenjol-benjol dan mudah berdarah.

Kanker kulit jenis melanoma merupakan tumor paling ganas pada kulit yang berasal dari melanosit yaitu sel kulit yang menghasilkan pigmen melanin. Biasanya terjadi pada leher, kaki, dan punggung. Gejala pertumbuhan melanoma dapat dilihat dari perubahan tahi lalat yang membesar dengan cepat, gatal, menjadi radang, perdarahan, serta terjadi perubahan warna dan tekstur.

Faktor Penyebab Kanker Kulit dan Pencegahan Kanker Kulit

Penyebab kanker kulit belum dapat diketahui secara pasti tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker kulit, antara lain: paparan sinar matahari yang berlebihan, bahan kimia yang bersifat karsinogen pada kulit, kulit kurang pigmen seperti albino dan tipe kulit putih halus dengan rambut pirang dan mata biru lebih tidak tahan pada sinar matahari, riwayat keluarga (turunan), radiasi ionisasi.

Beberapa langkah praktis bisa mencegah seseorang dari serangan kanker kulit. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengindari paparan sinar matahari secara langsung yang berlebihan (gunakan tabir surya, topi, payung), menghindari bahan kimia yang bersifat karsinogen pada kulit, dan hindari radiasi ionisasi seperti sinar X yang berlebihan.

Baca juga artikel Obat Kanker Kulit untuk mendapatkan informasi seputar pengobatan medis yang tersedia dan herbal apa yang efektif menumpas kanker kulit.

Kanker Kulit

Kanker kulit
Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal
Karsinoma sel basal, salah satu jenis kanker kulit yang paling umum terjadi.
ICD-10 C43.-C44.
ICD-9 172, 173
ICD-O: 8010-8720
MeSH D012878

Definisi

Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel pada kulit pada taraf abnormal. Penyebab kanker kulit berbeda-beda dan tingkat keganasan kanker pun berbeda-beda. Kanker kulit paling umum terjadi pada lapisan sel skuamosa, basal dan melanosit. Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit), sehingga tumor (benjolan) dapat terlihat dari luar, sehingga kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling mudah ditemukan gejalanya pada stadium awal. kanker kulit juga merupakan kanker yang paling sedikit resiko kematiannya pada penderita, ini disebabkan karena kulit jarang dapat mencapai organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan batang otak pada manusia.

Pandangan terapi alternatif

Dalam pandangan terapi holistik, penyebab kanker adalah sama, yaitu karena banyaknya zat-zat oksidan dalam tubuh. Tetapi kanker kulit bisa juga disebabkan oleh adanya pancaran sinar radio aktif, sinar ultra violet, secara langsung tanpa penghalang (pengaman).

    • Karena letaknya di kulit, kanker kulit lebih mudah dikenali dan lebih mudah ditangani. Walaupun begitu, penderita kanker kulit tetap harus berhati-hati karena bisa saja terjadi metastasis (penyebaran) ke organ-organ yang lain.

Untuk terapi kanker kulit, hendaknya :
1. Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat-zat kimia termasuk gula pasir dan air mineral.
2. Hindari segala bedak dan handbody lotion yang terbuat dari zat kimia.
3. Hindari terkena sinar matahari secara langsung diatas jam 9 pagi.
4. Minumlah suplemen yang mampu membersihkan kotoran yang melekat di dinding usus (colon cleanshing). Dalam hal ini yang terbaik, terenak dan termurah adalah kolak waluh (labu parang) tanpa santan. Yang perlu diingat dalam mengonsumsinya harus ditambah air jeruk nipis. minumlah 2 gelas sehari.
5. Buatlah suplemen yang banyak mengandung zat-zat anti oksidan, seperti juss dari buah tomat sayur, buah anggur, buah wortel, dan taoge kacang hijau. Untuk pembuatan juss, sebaiknya di blender selama 20 menit, jangan berhenti. Tujuannya adalah agar ada injeksi oksigen ke dalam juss. Karena itu harus langsung diminum habis, jangan dibiarkan lam karena oksigennya bisa menguap lagi. Minumlah 2 gelas sehari.
6. Buatkanlah rebusan herbal yang banyak mengandung zat-zat anti oksidan. Herbal ini antara lain daun benalu mangga, daun benalu teh, daun sukun, daun tapak dara, daun mahkota dewa, temu putih , dll. Minumlah 2 gelas sehari.
7. Buatkanlah rebusan herbal yang lebih keras dari pada di atas, Bisa menggunakan mahkota dewa, pace, jintan hitam, dll. minumlah 2 gelas sehari.
8. Buatkanlah bedak dari keladi tikus, ketela pohon tahunan yang beracun. Balurkan bedak ini ke kankernya, 4 – 5 kali sehari.
9. Lakukanlah senam ayun tangan, 30 menit sehari.

RizcaFitria

Facilitating Learning

Personal Growth Specialist

Follow Your Path, Fulfill Your Destiny, Build Your Legacy

Jejak-jejak yang Terserak

If Better is Possible, Good is Not Enough

Wordpress of Muchopick

Kumpulan artikel yang unik, cantik dan menarik.

RUMAHKU SURGAKU

Aktivitas Hidupku...........