Mengenang Kematian Teman karena Kanker Lidah

Oleh:Ismail Elfash

Inna lillahi wainna ilaihi roojiuun. Berasal dari tanah dan kembali ke tanah. Begitu perjalanan hidup manusia, mati dua kali, hidup hanya sekali (di dunia). Maka selagi hidup yang sangat terbatas ini, paling lama umur 100 tahun, pergunakan hidup untuk hal-hal yang membawa manfaat, menebar kebaikan dan menjadi pemangku amanah tuhan yang terpercaya. Ketika ajal tiba, penyesalan akan menjadi kesia-siaan. Semua sudah lewat, dan waktu bertobat sudah tertutup rapat.Dengan berat hati, untuk menuliskan kisah seorang teman yang kini sudah di alam sana. Semoga segala dosa dan kesalahannya diampuni Tuhan, dan ditempatkan disisi yang layak. Engkaulah sahabatku, alm Endang Sudarajat (32 tahun). Kanker lidah itu, telah merenggut sisa hidupmu.Ya, kanker lidah. Sebelumnya, saya baru mendengar kalau lidah bisa terkena kanker.

Yang lazim terdengar, kanker hati, kanker payudara dan kanker rahim. Tapi ini kanker lidah. Yuk, kita kenalan dengan mahluk yang satu ini.Penyebab kanker lidah1. Merokok.
2. Mengulum tembakau.
3. Alkohol.
4. Infeksi kronis.
5. Trauma kronis pada gigi yang tajam sehingga menimbulkan trauma pada lidah.
6. Kebersihan mulut yang tidak terjaga.Gejala kanker lidah bisa berupa luka sariawan yang tak kunjung sembuh, mudah berdarah dan nyeri.

Gejalanya bisa berupa rasa sakit yang menjalar ke telinga dan leher, nyeri dan kesulitan saat menelan, dan pergerakan lidah menjadi sangat terbatas.Kita memang tidak banyak mendengar tentang penyakit kanker lidah ini, tapi efek yang ditimbulkannya bias parah juga bagi tubuh kita, bisa mempengaruhi organ tubuh yang lain, apalagi lidah adalah organ penting yang mempengaruhi pola makan kita. Kebanyakan pasien kanker lidah mengalami penurunan berat badan drastis karena tidak bisa mengunyah dan menelan makanan.Kembali pada kawanku, yang lama  tidak berjumpa selepas lulus Pondok 1998 silam. Namun, FB telah mempertemukan kembali di tahun 2012.
Kami saling bersua walau hanya dalam tulisan, dan kami saling menanyakan kabar dan cerita banyak hal. Dan dia telah menikah, dikaruniai satu anak perempuan, bekerja di Tangerang.Namun ada satu misteri pada kawanku tersebut. Dia sering mengeluh sakit lidah. Awalnya dikira sariawan biasa. Namun sakitnya semakin menjadi, hingga pada akhirnya tidak bisa makan sama sekali, dan tidak bisa ngomong total.Dia pulang kampung ke Ciamis, diperiksa di RSUD Ciamis. Kata dokternya penyakitnya gawat dan harus segera ditangani ke RS Hasan Sadikin Bandung. Tapi entah penyakitnya apa belum ketahuan. Di RS Hasan Sadikin Bandung, dilakukan pemeriksaan total. Hasil diagnosa, ternyata penyakitnya kanker lidah, sudah ganas.

Tindakannya hanya satu; diamputasi lidahnya. Benar-benar menyeramkan. Dan lebih seram lagi kata dokternya, biaya pengobatannya sekitar Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah). Subhanalloh! Sudah jatuh tertimpa rumah.Tapi katanya bisa diurus dengan jamkesmas. Namun prosesnya beribet dan lama banget. Bapaknya bolak-balik ke kampung menyelesaikan persyaratan ini itu, ke sana kemari. Dan belum semua lengkap. Sahabatku sakitnya makin parah. Kami antar teman mengumpulkan sumbangan seadanya.

Namun, taqdir berkata lain. Ketika persyaratan jamkesmas belum selesai semua, ketika keputusan amputasi belum dilaksanakan, ketika pengobatan baru tahap awal, Tuhan berkehendak lain. Tersiar kabar lewat group di FB, bahwa kawanku tersebut telah tiada. Perjalanan antara Bandung – Ciamis memakai ambulan RS adalah kisah terakhir dari sahabatku tersebut.Namun, ada pelajaran penting buat kita semua. Tidak bermaksud buruk terhadap almarhum, tidak pula mengata-ngatai. Namun, ada fakta yang harus diungkap, yang saya tahu persis ketika awal dia, sebagai remaja tanggung anak SMA yang salah gaul. Dia pecandu rokok, bahkan peminum alkohol. Waktu itu dia merasa gagah, cerita dan mengajak minum kepada teman-teman. Kupingnya ditindik bahkan lidahnya, ditindik pula. Terkadang dia pakai anting di lidah. Sering dihukum oleh guru, bahkan ditampar. Namun dia melawan dan lebih galak. Akhirnya semua tidak ada yang berani dan didiamkan.Tapi ini semua masa lalu yang kelabu. Dia pun mengakui dan ketika chatting dengan saya, dan saya merasa yakin, bahwa dia telah berubah 180%.

Dia insyaf, sekarang rajin sholat dan ibadah-ibadah yang lainnya. Semenjak bekerja menikah dan punya anak dia telah total meninggalkan dunia hitam. Dia telah bahagia dengan keluarganya, sampai pada akhirnya kanker lidah menyerang dirinya, dan merenggut hidupnya.Semoga tobatnya diterima Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan dilapangkan dalam kuburnya. Terima kasih kawan, jasadmu telah tiada. Namun pelajaran yang kau berikan sungguh sangat berharga, bagi kami dan kita sekalian pembaca yang budiman. Mohon dengan ikhlas untuk mendoakan sahabat kami yang telah tiada. Mohon dibacakan surat Al-Fatihah untuknya. Alfaatihah…..

Source : Kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RizcaFitria

Facilitating Learning

Personal Growth Specialist

Follow Your Path, Fulfill Your Destiny, Build Your Legacy

Jejak-jejak yang Terserak

If Better is Possible, Good is Not Enough

Wordpress of Muchopick

Kumpulan artikel yang unik, cantik dan menarik.

RUMAHKU SURGAKU

Aktivitas Hidupku...........

%d blogger menyukai ini: