SKRINING DAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN TEKNOLOGI TELEMAMMOGRAFI

Oleh:Agustin Rami

Agustine Ramie
Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia Tahun 2011- 2012

ABSTRAK
Telemedicine merupakan pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan kesehatan jarak-jauh. Telemedicine mengubah cara pemberian pengobatan dan pendidikan kesehatan dengan mengeliminir masalah jarak dan waktu serta memungkinkan para dokter dan petugas terkait termasuk perawat dalam melaksanakan riset klinis yang terhubung satu sama lainnya walaupun terpisah secara geografis serta menggunakan bersama record pasien dan citra diagnostik. Pilihan telekomunikasi yang menggunakan ACTS (Advanced Communications Technology Satellite ) mengaplikasikan telemedicine via satelit adalah Telemammography yang mendemonstrasikan pengiriman citra mammografi (untuk mendeteksi kanker payudara secara dini) dengan resolusi tinggi dari daerah pedesaan atau kota kecil ke kota yang memiliki fasilitas memadai menggunakan jaringan akses satelit.

Keberhasilan program ini membutuhkan integrasi antara satelit dan infrastruktur terestrial di institusi/rumah sakit, pemrosesan citra, keamanan data pasien, juga perangkat lunak yang mengontrol proses screening. Implikasi bagi tenaga keperawatan adalah perawat menjalankan tugas sebagai advocate bagi pasien, ketika hak-hak pasien dilanggar akibat penggunaan teknologi informasi ini.

A. Latar Belakang

Kanker sebagai penyakit tidak menular merupakan salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi di negara-negara maju maupun negara-negara berkembang. Salah satu kanker yang mengkhawatirkan karena sering menimbulkan kematian pada wanita adalah kanker payudara. Di Indonesia, kanker payudara menduduki posisi pertama sebagai penyebab kematian tertinggi pada wanita akibat kanker. Angka kematian akibat kanker payudara cukup tinggi karena banyak pasien datang dengan kondisi terlambat.. Menurut data patologi anatomi di 13 Rumah Sakit terbesar di Indonesia yang menunjukkan bahwa jenis kanker pasien rawat inap di Rumah Sakit di Indonesia tahun 2004 tertinggi adalah kanker payudara sebanyak 5.196 kasus dengan jumlah kematian 367 (CFR=7,06%).
Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta tahun 2007 kanker payudara merupakan urutan pertama dari seluruh kasus kanker yaitu 437 kasus dengan proporsi 34,57%. Banyak penelitian menunjukkan bahwa deteksi dini kanker payudara dapat menyelamatkan ribuan bahkan jutaan nyawa setiap tahunnya. Deteksi dini dapat dilakukan denagn berbagai cara, salah satunya adalah dengan mammografi yang dapat mendeteksi sampai 90 % kasus kanker payudara. Mammografi merupakan suatu cara pemeriksaan payudara menggunakan sinar X yang dapat memperlihatkan kelainan pada payudara dalam bentuk terkecil yaitu mikrokalsifikasi. Hasil dari citra mammografi adalah film ( mammogram ) yang dapat diinterpretasi oleh dokter bedah atau dokter ahli radiologi. Mammografi biasanya dilakukan oleh petugas ketika klien secara khusus datang ke RS atau tempat pelayanan mammografi secara langsung. Wanita yang jauh di pedesaan atau kota kecil akan mengalami kendala terkait jarak tempuh ke tempat pemeriksaan, ditambah lagi kekurangan atau tidak tersedianya ahli radiologi yang berpengalaman untuk menginterpretasi citra/ image yang dihasilkan oleh mammogram.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka telah dikembangkan teknologi telekomunikasi yang disebut telemedicine untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Telemedicine adalah praktik kesehatan dengan memakai komunikasi audio, visual dan data. termasuk perawatan, diagnosis, konsultasi dan pengobatan serta pertukaran data medis dan diskusi ilmiah jarak jauh.

Aplikasi telemedicine yang dikembangkan berdasarkan eksperimen adalah telemammografi yang mendemontrasikan pengiriman citra mammografi resolusi tinggi dari daerah pedesaan ke kota menggunakan jaringan akses satelit. Dengan adanya telemammografi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sebagai pengguna layanan. Petugas kesehatan terkait antara lain dokter, termasuk perawat maternitas mempunyai andil yang besar terutama untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan.

B. Kajian Literatur

1. Skrining dan deteksi dini kanker payudara
Skrining (screening) adalah deteksi dini dari suatu penyakit atau usaha untuk mengidentifikasi penyakit atau kelainan secara klinis belum jelas dengan menggunakan test, pemeriksaan atau prosedur tertentu yang dapat digunakan secara cepat untuk membedakan orang-orang yang kelihatannya sehat tetapi sesunguhnya menderita suatu kelainan (http://www.news-medical.net/health /2011) Test skrining dapat dilakukan dengan pertanyaan (anamnesa), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.

2. Telemedicine

Telemedicine adalah praktik kesehatan dengan memakai komunikasi audio, visual dan data. termasuk perawatan, diagnosis, konsultasi dan pengobatan serta pertukaran data medis dan diskusi ilmiah jarak jauh.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat dipahami bahwa cakupan telemedicine cukup luas, meliputi penyediaan pelayanan kesehatan (termasuk klinis, pendidikan dan pelayanan administrasi) jarak jauh, melalui transfer informasi (audio, video, grafik), dengan menggunakan perangkat-perangkat telekomunikasi (audio-video interaktif dua arah, komputer, dan telemetri) dengan melibatkan dokter, pasien dan pihak-pihak lain. Secara sederhana, telemedicine sesungguhnya telah diaplikasikan ketika terjadi diskusi antara dua dokter membicarakan masalah pasien lewat telepon. (Wikipedia, 2011)

Manfaat telemedicine : terdapat 3 aspek manfaat yang saling terkait satu sama lain yaitu pasien, dokter dan rumah sakit. Manfaat langsung bagi pasien adalah:
a. Mempercepat akses pasien ke pusat-pusat rujukan.
b. Mudah mendapatkan pertolongan sambil menunggu pertolongan langsung dari dokter-dokter pribadi.
c. Pasien merasakan tetap dekat dengan rumah dimana keluarga dan sahabat dapat memberikan dukungan langsung.
d. Menurunkan stres mental atau ketegangan yang dirasakan di tempat kerja.
e. Menseleksi antara pasien-pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit dan pasien yang tidak perlu perawatan di rumah sakit akan tetap tinggal di rumah.

3. Telemammografi

Telemammografi merupakan salah satu pengaplikasian telemedicine via satelit atau ACTS (Advanced Communications Technology Satellite) yang mendemontrasikan pengiriman citra mammografi resolusi tinggi dari daerah pedesaan ke kota menggunakan jaringan akses satelit. Mammografi adalah citra radiologi yang dapat membantu pendeteksian kanker payudara dalam tahap dini namun membutuhkan ahli radiologi yang berpengalaman untuk menginterpretasikan citra tersebut yang tidak selalu tersedia didaerah pedesaan atau kota kecil. teknologi ini menghubungkan tempat screening di kota kecil atau pedesaan dengan suatu institusi medis di kota besar (Leader, 2006)

4. Aplikasi Telemammografi

Teknolog di fasilitas remote (pencitraan/imaging klinik pada wanita) mengidentifikasi wanita yang mungkin perlu prosedur pencitraan tambahan untuk menyelesaikan skrining mamografi selama pemeriksaan dengan film mammographic untuk jaminan kualitas (QA).
Teknolog digitalis ini menginput input data pasien dalam bentuk data komputer, menyusun pesan (teks dan grafis) yang menggambarkan jenis temuan dan lokasi yang menjadi perhatian, laporan tersebut discan. Informasi dan hasil computerassisted deteksi (CAD) terdeteksi dan ditransmisikan ke situs pusat. Di situs pusat, radiolog meninjau data gambar mammographic melalui pesan teks dan grafik. Ada 3 monitor Workstation yang secara khusus dirancang untuk melakukan tugas ini. Ahli radiologi kemudian merespon data dari teknolog dengan prosedur tambahan yang direkomendasikan.

Remote Site

a. Hardware (perangkat keras)
Perangkat keras situs remote termasuk komputer pribadi (Athlon 900, Advanced Micro Device, Sunnyvale, CA, USA) beroperasi di bawah Microsoft Windows 2000 dan Workstation terhubung ke resolusi tinggi-, laser film digitizer (Lumiscan 85, Eastman Kodak, Rochester, NY, USA) dan dokumen scanner (HP Scanjet 5470c scanner, Hewlett-Packard Company, Palo Alto, CA, USA).

Komputer ini dilengkapi dengan modem 56 K untuk transfer data melintasi garis Plain Old Telephone System (POTS) analog dan jaringan Ethernet card untuk transfer data di local area network (LAN). The digitizer film dan scanner dokumen dilengkapi dengan film otomatis dan pengumpan dokumen untuk pemindaian film dan beberapa halaman laporan masing-masing.

b. Gambar mammographic Digitalisasi dan Gambar pengolahan

Pada tempat remotenya film mammografi digital pada 50-mm pixel ukuran selama kepadatan optik berkisar 0 – 4,0 OD (kisaran berguna 0.15Y3.7 OD) yang biasanya berkisar antara 0,15 – 3,7 OD. Gambar digital tersebut secara otomatis dihasilkan untuk menurunkan area yang tidak lembut dan tertekan pada rasio 75 : 1 menggunakan metode JPEG 2000.

c. System Operasi

System operasi telemammografi ini memiliki 3 lokasi transmite data melalui LAN, kualitas gambar, konfigurasi tampilan gambar, efek dari pemprosesan gambar dan keistimewaan system telemammografi secara umum dapat diterima dengan baik dan dipertimbangkan lebih adekuat untuk mereview skinning pemeriksaan mammografi dengan radiologi. Keistimewaan dari maknifikasi telemammografi memberikan review yang mendetail terhadap pola jaringan payudara pada gambar dengan resolusi penuh seperti gambar dengan 50-mm pixel. Jendela pesan memberikan komunikasi efektif antara lokasi remote dan lokasi sentral dan dapat mengoperasikan pada waktu yang tepat.

d. Hasil

Teknologist dapat mengidentifikasi wanita yang melakukan pemeriksaan skiring mammografi dengan tambahan prosedur imaging yang dibutuhkan. Radiologist pada lokasi sentral dapat menurunkan sejumlah wanita yang direkomendasikan oleh teknologist yang tidak perlu menggunakan tambahan prosedur dengan system telemammografi untuk menginterpretasikan pemeriksaan tambahan dari gambar imaging mammografi dari pemeriksaan skrining yang utama yang tepat memberikan efek positif yang besar pada performan radiologis ketika menginterpretasikan kasus menggunakan system telemammografi yang dibandingkan dengan informasi yang sudah didapat seperti riwayat pasien, hasil observasi dari radiologist.DAFTAR PUSTAKA
Isao Nakajima, Yuhsuwke Sawada, Hiroshi Juzoji, “Outline of AMINE:Asia-Pasific Information
Network via ETS-V”, AIAA Electronic Library, Vol.3,No.2,1998
Jong.A.R,&Yaffe.J.M.(2005). Digital Mammography: 2005. Canadian Association Radiologists
Journal; Dec 2005; 56, 5; ProQuest. Pg. 319Leader K.J, et all.(2006). A Multisite Telemammography System for Remote Management of Screening Mammography: An Assessment of Technical, Operational, and ClinicalIssues. Journal of Digital Imaging, Vol 19, No 3
López.M.A. (2009). Virtual slide telepathology enables an innovative telehealth rapid breast care
clinic. Human Pathology 40, 1082–1091. Elsevier. USA
Mea.D.V. (2005). Prerecorded Telemedicine. Journal of Telemedicine and Telecare; 11, 6;
ProQuest Psychology Journals pg. 276
Robert J. Kerczewski, Gerald J.Cosmos, Paul G.Mallash, Duc H.Ngo. (1998). “Operational
Scenarios and implementation issue for T1-Rate Satellite Telemammography”, AIAAElectronic Library, Vol.3, No.2.Sentis.M. (2010). Imaging diagnosis of young women with breast cancer. Breast Cancer Res
Treat. 123:11–13
Weinstrein S.R, et all. (2009). Overview of telepathology, virtual microscopy, and whole slide
imaging: prospects for the future. Elsevier. USAWikipedi (2011). Telemedicine. The free encyclopedia.http://www.news-medical.net/health/Breast-Cancer-Screening-(Indonesian). diakses tanggal 02 Nopember 2012
http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi-bidang-kesehatan/ diakses tanggal 30 Oktober 2012

Source : Kompasiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RizcaFitria

Facilitating Learning

Personal Growth Specialist

Follow Your Path, Fulfill Your Destiny, Build Your Legacy

Jejak-jejak yang Terserak

If Better is Possible, Good is Not Enough

Wordpress of Muchopick

Kumpulan artikel yang unik, cantik dan menarik.

RUMAHKU SURGAKU

Aktivitas Hidupku...........

%d blogger menyukai ini: