Kanker Payudara

Oleh : Popy Indriana

Menuliskan dua kata diatas, jujur saya merinding. Tapi saya bertekad untuk melawan karena saya peduli , sangat peduli dengan organ vital saya dan hidup saya.Ketika banyak orang menuliskan status tanggal apik 12-12-12, saya justru menuliskan status yang berbeda.  Ya, ketika saya memberanikan diri untuk memastikan apakah salah satu organ vital saya sehat ternyata ditemukan benjolan di payudara kanan dan kiri saya. Semua benjolan padat. Dua di payudara sebelah kiri, dan satu di sebelah kanan yang ukurannya cukup besar. Diduga benjolan ini sudah cukup lama.Shock..pastinya ketika divonis ada tumor di tubuh kita. Kekhawatiran saya selama ini memang nyata. Tapi saya mencoba untuk tetap tenang dan terus memompa hal-hal positif ke dalam pikiran saya.

Saya katakan berkali -kali dalam diri saya, kamu hebat popy sudah mengalahkan rasa malas dan takutmu untuk berani memeriksakan diri. Kedua, hasil USGnya menunjukkan kondisi benjolan ini masih kategori jinak.Memang tingkat keakurasian hasil USG ini 90% dan 10% harus melalui penelitian lebih lanjut. Jadi memang harus diangkat benjolan padatnya untuk memastikan 10%nya ini.Beruntung saat saya menjalani USG mamae ini, dokter radiologi yang menangani sangat komunikatif dan bisa membantu saya untuk menenangkan diri. Beliau menjelaskan tentang hal- hal yang selama ini memang tidak saya ketahui detail tentang Kanker Payudara. Kebanyakan dari kita tahu dari membaca majalah dan atau melalui browsing tapi berdiskusi langsung dengan dokter saya pikir messagenya jauh bisa diterima dengan lebih baik.

Jadi saya sarankan , kita sebagai perempuan , ada keluhan atau tidak , tetap harus mengagendakan konsultasi dan pemeriksaan dini terhadap pencegahan kanker payudara dan juga penyakit lain. Ingat! Perempuan mempunyai organ vital lebih banyak dari laki-laki. Anggaplah kita sedang menganggarkan budget“shopping”yang merupakan hobi kita. Karena sehat jauh lebih penting ketimbang dandanan yang stylish dan branded!Untuk perempuan dibawah 40 tahun, cara mendeteksi adanya benjolan itu melalui USG Mammae, bukan melalui mamografi yang lebih sering dikenal. Dua cara ini berbeda. USG dilakukan melalui proses scaning. Sedikit yang saya tangkap dari penjelasan dokter. USG ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang suara. Jadi dari obyek yang kita scanning itu akan ditangkap transducer yang akan menterjemahkan dalam bentuk gambar.Prosedur USG Mammae ini juga harus dilakukan tidak boleh melebihi tujuh hari setelah menstruasi. Mengapa? Karena setelah tujuh hari pasca menstruasi , kelenjar-kelenjar di payudara akan mulai mengeras dan hormon estrogen mulai masuk. Disini saya kurang jelas menangkap.

Saya sarankan anda menggogling saja hehehe.Intinya , USG bisa maximal dilakukan ketika kelenjar-kelenjar payudara kita sedang lunak karena banyaknya kelenjar yang mengeras akan mengaburkan benjolan – benjolannya.Mamografi sendiri adalah pendeteksian kanker payudara dengan proses menekan (pressing) organ payudara dan menggunakan sinar radiasi (X). Jadi tujuan mamografi lebih untuk mengetahui secara langsung jenis tumornya, dan cara ini bisa merusak kelenjar payudara.Karena itulah tidak disarankan untuk perempuan dibawah usia 40 tahun yang kondisi payudara masih keras dan atau seseorang yang sekedar ingin memastikan (check-up) sehat atau tidaknya payudaranya.Jadi, tujuan penting diketahui untuk menentukan langkah pertama yang akan kita lakukan.Benjolan di payudara sendiri juga dibedakan menjadi dua, benjolan yang berisi air (kista) dan benjolan padat. Kista ini tidak perlu diwaspadai sebagai kanker karena ini hanya berisi air dan tidak berbahaya. Yang perlu diwaspadai adalah benjolan padat.Nah , pada awalnya saya masih optimis benjolan saya adalah kista, ternyata ketika dokter radiologi mengatakan padat, wajah saya mulai pucat.

Tapi beliau mulai menenangkan dengan mengatakan bentuk benjolannya masih teratur yang menunjukkan bahwa kondisinya masih jinak.Dan informasi yang lebih jelas diterima itu bisa menenangkan daripada hanya sekedar membaca. Melakukan SADARI (pemeriksaan sendiri) ternyata juga tidak cukup bisa membantu jika ukuran benjolan itu kurang dari 10mm (1cm). Maka sekali lagi saya katakan, jika kita peduli, ayo kita anggarkan budget untuk sehat.Sekedar informasi, untuk pemeriksaan USG mamae ini saya harus membayar Rp. 426,000 (belum termasuk biaya konsultasi dokter Onkologi). Ini saya lakukan di RS Internasional yang menurut perkiraan saya, ratenya masih diatas rata-rata. Jadi tentu saja bisa lebih murah jika kita melakukan di RS pemerintah .Dan angka ini masih lebih murah dari nominal yang biasa saya keluarkan setiap kali transaksi di MUSE, Charles and Keith atau mungkin perawatan muka kita  (ingat, perawatan muka saya tulis  untuk“kita“. Kita disini tidak merujuk ke saya hehehe)Jadi mulailah peduli, investkan dana kesehatan dan mari kita lawan!Let’s Fight Against Breast Cancer

Sumber :
http://m.kompasiana.com/post/medis/2012/12/15/kanker-payudara/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RizcaFitria

Facilitating Learning

Personal Growth Specialist

Follow Your Path, Fulfill Your Destiny, Build Your Legacy

Jejak-jejak yang Terserak

If Better is Possible, Good is Not Enough

Wordpress of Muchopick

Kumpulan artikel yang unik, cantik dan menarik.

RUMAHKU SURGAKU

Aktivitas Hidupku...........

%d blogger menyukai ini: